Otoritas Daerah Online

Membangun Daerah Membangun Bangsa

Minggu, 28 Desember 2008

SALAH BACA


-------------- TERUSLAH BELAJAR MEMBACA NAK, KALAUPUN MUNGKIN KORANMU TERBALIK. TETAP SEMANGAT, WALAUPUN BIAYA SEKOLAHMU DEMIKIAN TINGGI, HINGGA TIDAK TERJANGKAU ORANG-TUAMU. NAMUN AYAH DAN IBU AKAN BERJANJI BAHWA KALIAN HARUS LEBIH BAIK DARI KAMI, TERUSLAH MEMBACA NAK, KARENA ITU PELITA HATI...---- (@rief)

MISTERI TOL CIPULARANG

YTH PEMBACA SKU.OTDA ONLINE, ......BANYAK HAL UNTUK MEMAHAMI KEKUASAAN TUHAN YME, ALLAH SWT --- DEMIKIAN HALNYA JIKA ANDA MELALUI TOL CIPULARANG, JAWA BARAT. TEPATNYA ANTARA KM.80-100 BANYAK SIMBOL-SIMBOL TENTANG KEKUASAAN ITU.SUKA TAK SUKA, PERCAYA TAK PERCAYA. ANDA AKAN MELIHAT BUKIT MAYIT, DIMANA MENYERUPAI TUBUH MANUSIA YG MENGHADAP KELANGIT, SEPERTI ORANG TIDUR/MAYIT. DAN ORANG MENYEBUTNYA 'BUKIT MAYIT'.(FOTO 3)

ADA JUGA YANG MENYERUPAI (MAAF) PAYUDARA WANITA, MAKA KEMUDIAN DISEBUT 'BUKIT TETE" (FOTO-1 & 4), ADA JUGA YANG SELINTAS TERLIHAT SEPERTI TIKUS BESAR DIATAS BUKIT, MAKA WAJAR SAJA JIKA DISEBUT 'BUKIT TIKUS'(FOTO-2)

ITULAH SALAH SATU KEKUASAANNYA, AGAR KITA SENANTIASA ELING BAHWA ALLAH DEKAT KITA.

SUBHANALLAH...!! (@RIEF)



KPK LEBIH PRESTASI





KPK LEBIH PRESTASI DARI KEJAKSAAN & POLRI ?

Sku.OTDA/Korupsi:
Serba-salah, diberantas salah, tidak apalagi. Itulah resiko yang harus dihadapi oleh KPK di tahun 2009 ini, kalaupun selama 2008 KPK menyita Rp 408 miliar uang negara dari para koruptor serta aset senilai Rp 200 miliar. Total Rp.608 Milyar. Namun hendaknya KPK jangan cepat puas diri, dan sombong.Karena aparat kepolisian dan Kejaksaan juga punya peranan besar didalamnya. Apalagi di thn.2009 mendatang.
Karena,akan semakin banyak orang yang pro, namun tidak sedikit pula pihak yg selalu ‘mematahkan kinerja KPK, terutama para ‘monster yang gemar makan uang panas dan uang rakyat.

Pada Pers, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Marwan Effendi tetap merendah bahwa KPK adalah mitra-kerja Kejaksaan, bukan rival. Jadi sama-sama punya tugas mulia katanya. Bedanya,KPK hanya ada di Jakarta sedangkan Kejaksaan tersebar diseluruh wilayah (Kejaksaan negeri di Kabupaten/kota dan Kejaksaan Tinggi di seluruh provinsi).Ini ide untuk membuat KPK Provinsi, Kabupaten dan kota. Huss.
Selain prestasi, Kejaksaan terus menuai musibah dalam sejarahnya, yang terakhir adalah keterlibatan Jaksa Urip Trigunawan pada kasus Artalyta Suryani (Ayin) sebesar Rp.6,6 milyar, ini yang membuat pamor Kejaksaan mulai diragukan masyarakat. Namun disatu sisi KPK terus bergerak, masyarakat pun berpaling simpati.

Lalu bagaimana dengan peranan POLRI?, terlihat Kapolri dan jajarannya lebih memilih ‘tenang, karena dianggap tidak penting untuk ‘cawe-cawe. Ada betulnya,toh dunia korupsi bukan panggung selebritis.Yang menghitung prestasi dengan popularitas.
Suka tidak suka, Hitung-menghitung prestasi antara KPK, Kejaksaan Dan Polri sejak thn.2004-2008 demikian telah memasyarakat, yang terbanyak prestasi itu yang mendapat simpati, apakah demikian?, itulah yang terjadi. Peranan media masa salah satunya, padahal ;

KEJAKSAAN ; telah menangani 3.143 perkara,90%-nya dalam tahap penuntutan. Uang negara yang terselamatkan lebih dari Rp.8 Triliun + US.$.18 juta = Rp. 8 trilun,162 milyar rupiah,-

POLRI ; 1.095 perkara, 85% dalam proses penuntutan dan uang negara yang diselamatkan lebih dari Rp.859,76 Milyar

KPK ; 110 perkara , 95%-nya dilimpahkan kepengadilan. Sedangkan uang negara yang terselamatkan lebih dari Rp.608 Milyar.

Maka, urutan prestasi ideal adalah Kejaksaan, Polri & KPK. Namun kenapa citra KPK terasa lebih ‘bombastis’, sehingga selalu menjadi ‘news-maker?, ini yang harus kita tiru, prestasi karena amanah. Maksudnya?
Namun, ironisnya masih ada beberapa pihak yang bermain api, menghembuskan opini terbalik dengan menyatakan KPK berprestasi karena tidak ‘membertanggung-jawab-kan kepada Presiden, tetapi ke DPRRI. Sedangkan Kejaksaan & Polri, betul. ‘Jangan begitulah bung, itu prasangka-buruk namanya.(@rief/pemred)

SURAT ANDA



SURAT ANDA


APA, PRESTASI MENEGPORA?

Mau tanya, seperti apa program Menegpora sekarang, karena dibandingkan jaman Pres.Soeharto , alat OR sejak SD-SMA cukup tersedia?, sekarang?, ( 081341663XXX) – Red : Memang serbasalah, ganti pemimpin masih saja ada kurangnya.Sabar ya boss, yang penting jangan pada Korup atas-nama rakyat. ‘Hidup rakyat..!!


PUPUK, PT. PUSRI & INGKAR JANJI

Direktur Utama PT. PUPUK SRIWIJAYA, Dadang Heru Kodri, optimis produksi pupuk nasional tahun.2009 akan mencapai lebih 7,5 juta ton. Karena didukung seluruh BUMN pupuk di Indonesia, demikian pernyataannya saat acara peresmian pabrik pupuk organik.di Kecamatan Pasir Hayam, Cianjur, Jawa Barat (26/12/08) lalu. Karena asumsi seluruh pupuk BUMN akan mencapai lebih dari itu. Apa komentar Redaksi?.. ( 081822764XXX, Cianjur, Jawa Barat.)
-- Red = Repotnya, disaat mereka ‘ingkar, mereka Cuma bilang i’m sorry seperti selama ini. Makanya mari kita awasi kang, Kita lihat hingga bulan Maret 2009, bener nggak tuh. Kita takut pupuk seakan ‘benda kramat seperti di thn.2008 lalu, langka. Toh kita sudah punya mitra, yaitu PARTAI GERINDRA yang katanya membela hak-hak petani & nelayan. ‘Hidup petani & rakyat!


DEPTAN RI PRO PETANI?

Bang Redaksi, di Deptan RI banyak program yang katanya untuk kesejahteraan petani; LM3, PUAP-Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan,dsb. Namun, didesa kami tidak terdengar tuh kiprahnya. Tolong informasinya bang!, (Sudarman, 022.922621XXX, Soreang, Bandung)
Red: Tenang saja kang, sedang kami surati, tunggu saja kabarnya.Nuhun.



AWAS, KPK MULAI SOMBONG..!!

Dimedia lokal tertulis, bahwa sepak terjang KPK-Komisi Pemberantasan Korupsi dinilai punya prestasi selama thn.2008 lalu, karena dianggap mampu menyentuh ‘the untouchable person (orang yang tak tersentuh, seperti: Aulia Pohan-Besan SBY, anggota DPPRI, Kepala Daerah, hingga pejabat eksekutip lainnya. Yang bahayanya bang, KPK jd cepat puas diri dan sombong. Betul?...(02497234XXX, Surabaya, Jawa Timur)
--- Red : Ah abang, gak boleh gitu ah, itu namanya buruk sangka. Hahahaha….. tapi apa iya sih?, ya iyalah, masa ya masya Allah. ‘Hidup koruptor!



MENAG RI, ICW & TRAKTIR MENTRAKTIR

Menteri Agama, Maftuh Basyuni tetap ‘keukeuh menolak anggapan ICW jika ia melakukan korupsi karena membiayai 2 anggota DPRRI naik haji senilai $.2,800 (Rp.25 juta), piye mas redaksi? – (ibenk_49@XXXX.com, Pesisir, Kaltim)
-- Red: Iya bang,sebetulnya ICW juga jangan berprasangka buruk sama beliau, ICW pikir pak menag tidak mampu ‘mentraktir. Hohohoho. ‘Hidup Haji!



KEDAI PESISIR DEPT.KELAUTAN & PERIKANAN RI, APA KABAR?

Bung Redaksi, tahun 2007 lalu, di DKP-Departemen Kelautan & Perikanan mempunyai program KEDAI PESISIR, program kredit usaha untuk para nelayan?, tolong cari tahu dan awasi, karena sudah tidak terdengar lagi.Trims. –(Rochim,, 0811845XXX, Pandeglang, Banten) Red: Tenang boss, kami sedang surati, mudah-mudahan saja ada balasannya.

mana dimana beras Sukabumi



MANA BERAS SUKABUMI..?!
(…..Apa karena memang Sukabumi asik dengan GURILAP-nya, sehingga sector pertanian khususnya produksi beras bukan prioritas?, untunglah kalaupun Sukabumi dan Cianjur tenggelam untuk urusan ini masih ada 9 kabupaten lain yang terus berjuang…)
Sku.OTDA/Sukabumi, Jawa Barat:


Kamis,18/12 lalu di Istana Negara, Jakarta Presiden SBY pada acara ‘Penghargaan Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) dan Ketahanan Pangan Tahun 2008 memberikan penghargaan kepada 13 Gubernur dan 115 Kabupaten/kota, kelompok masyarakat, dan perseorangan yang dianggap berhasil meningkatkan produksi beras diwilayahnya.
Untuk Jawa Barat, selain diterima Gubernur Jawa Barat, juga ada 9 Bupati di wilayah Jawa Barat yang menerimanya, yaitu; Bupati Ciamis-Engkon Komara, Bupati Bekasi-Sadudin, Bupati Cirebon – Dedi Supardi, Bupati Tasikmalaya – Tatang Farhanul, Hakim, Bupati Garut – Memo Hermawan, Bupati Majalengka – Tutty Hayati Anwar, Bupati Kuningan- Aang Hamid Suganda, Bupati Bogor – Agus Utara dan Bupati Karawang – Dadang S.Muchtar.

Seperti kita ketahui, Provinsi Jawa Barat terdiri dari : 16 Kabupaten dan 9 Kotamadya, dengan membawahkan 584 Kecamatan, 5.201 Desa dan 609 Kelurahan. Luas wilayah lebih dari 34.816,96 Km2 dan jumlah penduduk Jawa Barat, 39.140.812 jiwa.
Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa Kabupaten Sukabumi tidak ‘mampu’ maksimal memberikan kontribusi produksi beras nasional?. Apakah karena Sukabumi terbius dengan program GURILAP (Gunung Rimba Laut & Pantai), sehingga melupakan bahwa potensi pertanian yang didukung luasnya wilayah yang terbesar se-Jawa dan Bali (420 ribu hektar) ini ‘terlupakan. Padahal potensi 9 kabupaten penerima penghargaan diatas tak jauh beda dengan yang ada di Kabupaten Sukabumi, celakanya lagi nama Kabupaten Cianjur, yang selama ini dikenal sebagai penghasil beras Cianjur dalam berbagai merk-pun, nasibnya sama. Ada apa dengan Sukabumi dan Cianjur?, lupakan saja Cianjur, karena saat ini kita sedang di Sukabumi.

Apa karena memang Sukabumi asik dengan GURILAP-nya, sehingga sector pertanian khususnya produksi beras bukan prioritas?, atau karena Sukabumi memang lebih asik dengan mainan barunya, yaitu sector peternakan yang (konon) selaku ‘penyangga Jabodetabek dalam hal kebutuhan protein hewani karena ada 15 juta penduduk Jabodetabek yang membutuhkan konsumsi protein hewani setiap harinya. Memang benar, dua tahun belakangan ini, hampir semua komoditas ternak Sukabumi masuk dalam rangking 10 besar jumlah populasi tertinggi selingkup Jawa Barat.

Era OTONOMI DAERAH memang era suka-suka, yang mana yang cepat ‘profit itu yang dikejar, dan melupakan hak terdasar untuk mendapatkan kebutuhan prioritas. Beras adalah salah satunya, untunglah kalaupun Sukabumi dan Cianjur tenggelam untuk urusan ini masih ada 9 kabupaten lain yang terus berjuang. ‘Hidup beras…!! (Tim Buser: @rief/kiki/foto.ist)

Rabu, 24 Desember 2008

MEGAWATI-MEUTIA 2009-2014




WAWANCARA IMAJINER DENGAN BUNG KARNO

“…MEGAWATI OR MEUTIA FOR PRESIDENT RI 2009-2014..?!”


Sku.OTDA/Laput:

2 PUTRI PROKLAMATOR SIAP MENJADI RI-1

Matahari baru saja terbenam, kami; Pemred, Asep, Kiki, Sk.Silaen, Hendra dan Saya, tengah gelisah menanti telepon dari Putra Sang fajar, Penyambung Lidah Rakyat. H.Ir.Soekarno, alias Bung Karno (BK) diruang kerja Pemred (Fowa’a Hia). Tepat pkl.17.22 wwib, seluler Pemred berdering. “Selamat sore, salam sejahtera. Apa kabar Hia?”, Tanya suara diseberang sana. “Sehat Yang Mulia?”, “Oke, aku minta maaf karena sedikit terlambat, aku baru tiba dari Nias Selatan, ada sedikit pekerjaan disana..”, “Kalau boleh tahu soal apa yang mulia, karena saya putra sana”, “Refreshing saja, aku diundang teman-teman pencinta surfing Internasional, mereka mau buat event disana menjelang tutup tahun nanti..”, “Apa memang masih layak, pasca Tsunami itu ang Mulia?”, “Ya iyalah, masa ya iya sih..”, guyon BK.
“Hia, aku lihat di cctv selulerku, ruang kerjamu sudah terpampang Jas & atribut PKPI, jadi rupanya kau mengabdi disana, Hia?, “Semoga ,Yang Mulia”, “Bagus, apapun partainya, lakukan dengan professional, dan dengarkan suara rakyatmu. Karena ingat, Suara Rakyat adalah Suara Tuhan. Kau Yakin pilihanmu di PKPI, Hia?,”, ”Semoga, Yang Mulia”, “Bagus, akupun mengenal baik Meutia Hatta sejak kecil. Bantu dia membangun negeri ini, Hia. Dia orangnya tekun, hati-hati, namun bisa galak dia kalau itu dianggap un-principal. Sudah waktunya putri Proklamator tampil, kalau pun Mega lebih awal dari Meutia. Tapi sesungguhnya mereka itu sama cita-citanya, ingin membangun negeri yang aman-makmur dan sejahtera…”, “Maksud Yang Mulia, sekarang giliran Ibu Meutia menjadi RI-1..?!”, “…Ya bisa saja, selama memang mencapai target aturan mainnya?”, “Yang Mulia yakin Ibu Meutia jadi RI-1?”, “Please, Hia jangan nodong begitu dong, semua tergantung upaya kalian dalam mendapatkan suara. Siap menang, siap kalah..!!”,

MEUTIA HATTA & REVISI UU PEMILU

“Aku baca dimedia waktu lalu, Meutia marah saat 2 caleg PPP (Red: (Djoko Edi A dan Bahrudin Dahlan) saling berkelahi, Hia?”, “Sederhana saja Yang Mulia, Ibu Meutia merasa gerah melihat masih ada premanisme dianggota terhormat ini, padahal semua dapat dibicarakan baik-baik, bukan saling pukul..”, “Iya aku tahu, tapi apa masalahnya Hia?”, “ Masalah nomer urut,Yang Mulia, satu sama lain saling menyalahkan. Sehingga dari pangkal masalah ini, Ibu Meutia merasa baginya. dalam sistem demokrasi, sistem nomor urut seharusnya sudah ditinggalkan untuk menuju sistem suara terbanyak. Dia menilai sistem nomor urut sama saja mengebiri demokrasi karena mengabaikan suara pemilih…”, “Iya aku tahu, tapi Meutia harus berhadapan dengan fraksi-fraksi yang setuju kan, Hia?”, “Betul, Yang Mulia ada 5 fraksi di DPR yaitu; F-PG, F-PDIP, F-PAN, F-PBR, dan F-BPD yang menyepakati revisi UU Pemilu terkait pasal penentuan calon terpilih..”, “Lha Piye itu, Hia. Padahal di Pasal 214 UU Pemilu mengatur calon terpilih berdasar kombinasi antara perolehan suara 30% bilangan pembagi pemilih (BPP) dan nomor urut jika tidak ada calon yang memenuhi ketentuan tersebut..?”, “Betul, Yang Mulia. Padahal dengan nomor urut, belum tentu peraih suara terbanyak yang terpilih. Sistem nomor urut dalam demokrasi, pendapat saya adalah sistem yang banci…”, Hahahahaha….tawa BK bergelegak..Pemred pun ikut bergelak, saya termanggu karena memang tidak paham apa yang harus ditertawakan…?!

“Ibu Meutia selaku Menteri UPW, maupun selaku Ketum PKPI , tentunya mengecam keras upaya itu, Yang Mulia. Pasalnya, revisi tersebut dapat mengancam eksistensi keterwakilan perempuan di bidang politik.Baginya, ini menyalahi etika konstitusi.Karena UU-nya saja baru lahir, merangkak pun belum mampu, masih bayi, eh sudah mau direvisi. Jadi dianggap pemborosan anggaran, Yang Mulia..”, “Ya,ya,ya…itulah Meutia-ku. Kan Aku sudah bilang jika menyangkut prinsip, dia bisa lebih galak dari kita, sebagai laki-laki Hia, makanya kau harus hati-hati itu..”, “Siap, Yang Mulia..”, “Aku dengar juga dari staff-ku, Meutia terus melakukan penggalangan dari semua potensi untuk membendung upaya revisi itu, betul itu HIa?”, Pemred mengangguk-angguk pasti.

MEUTIA HATTA, KDRT, SIAP MENANG SIAP KALAH.

“Hia, aku dengar Meutia bertemu dengan Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang, Kompol Budhi Herdi Susianto,ada apa itu Hia?”, “Ibu Meutia demikian ‘concern terhadap kekerasan dalam rumah tangga dan anak (KDRTA).Kebetulan saat itu ada kasus Kaminah, 16, pembantu rumah tangga (PRT) DI Tangerang yang disiksa dan disekap majikannya selama 9 bulan, tanpa gaji. Ibu Meutia pun menunjukan kepeduliannya selain membesuk juga memberikan santunan sekaligus memberikan kemudahan untuk biaya perawatannya di RSU Tangerang, begitu Yang Mulia..”, “Meutia, Meutia…dia memang anak manis, sederhana dan peka…”,getar suara BK diseluler sehingga membuat jantung saya berdetak keras. “Jadi sudah waktunya beliau menjadi RI-1, Yang Mulia..?”, “Ah kau ini Hia, berjuang saja dulu, nanti kita lihat apa hasilnya, SIAP MENANG, SIAP KALAH..!! “,jawab BK. “Siap Yang Mulia..”, TUUUTTTTT….TUTTTTT,….TUTTTT…..tiba-tiba seluler terputus, kami pun tersentak kaget. Hampir 15 menit lamanya kami menunggu kembali seluler Pemred berdering, namun belum juga. Kenapa kami tidak berupaya telepon balik?, Oh No, ada aturan main antara kami, yaitu dilarang telepon BK segenting apapun. Selain itu no Hp BK tertulis ‘unknow, sehingga kami tidak tahu berapa no hp beliau. ‘Cape dehh….(Tim buser: @rief/Pemred/KIKI/foto.ist)

MBA TUTUT COME BACK 2009-2014




Hj. Siti Hardiyanti Hastuti Indra Rukmana
“ AKANKAH MBA TUTUT TAMPIL LAGI…?!”

Alm Soeharto, ayahanda Siti Hardiyanti Rukmana (Mba Tutut) sejak lama telah mempersiapkannya memimpin Indonesia kelak. Ia kerapkali dilibatkan dalam rombongan kepresidenan di dalam dan luar negeri. Ia pun harus menerima ‘titah ayahanda agar menjadi Ketua Golkar, saat itu. Tidak sampai situ, Ayahanda pun ‘merestuinya saat banyak yang memintanya sebagai Menteri Sosial dalam Kabinet Pembangunan VII /1998-2003. Sejak itu, Mba Tutut rajin membagi-bagikan sembako, kupon makan murah di warung tegal, mempopulerkan gerakan cinta rupiah, dan berbagai kegiatan lain untuk menengahi kemiskinan & kelaparan. Namun itu tidak membuat lawan-lawan politik ayahanda puas diri.
Mba Tutut, yang kelahiran 23 Januari 1949 - pendidikan di SMA Negeri I Budi Utomo, Jakarta, serta kuliah di Universitas Trisakti, Jakarta ini paham atas gerakan mereka. Sehingga ia pun mencoba melawan situasi itu dengan mendirikan PKPB -Partai Karya Peduli Bangsa, ia harus bangkit menyelamatkan figure ayahanda melalui ‘perolehan suara menjadi CAPRES 2004 lalu.Sayang, ia digembosi oleh orang-orang yang dekat ayahanda juga saat itu. Ia schook. Karena, beliau adalah ‘orang rumahan., sehingga tidak siap menerima itu, namun ia selalu sembunyikan dengan selendangnya. Sejak itu, ia mulai absen berpolitik. Ia kembali mengurus bisnis dan keluarganya, khususnya perhatiannya kepada ketiga anaknya; Dandy Nugroho Hendro Maryanto (10 Maret 1973), Danty (20 Juni 1975), dan sibungsu Danny Bimo Hendro Utomo Rukmana (1978) yang beranjak dewasa. Lambat-laun Tutut pun kembali menjadi dirinya sendiri, bisnis dan rumah.
Ayahanda tetap mensupport, dibuktikan dengan mendaftarkan diri sebagai anggota PKPB. Tutut pun bangkit kembali, saat itu ia menjadi mediator agar masyarakat kembali mengalami kehidupan yang tenang, damai, sejahtera, tentunya melalui PKPB-nya. Lagi-lagi ia gagal, dan ujian pun kembali dihadapi; setelah Ibunda, kemudian Ayahanda wafat.
Kini, menjelang PILPRES 2009 masihkah beliau ‘siap tampil’ jika rakyat kembali memilihnya sebagai CAPRES/WAPRES RI THN.2009-2014?, Sku.OTDA akan mencari jawabannya, nantikan pada edisi berikut, hasil investigasi ini. Salam (@rief/Kiki/Foto.ist)