Otoritas Daerah Online

Membangun Daerah Membangun Bangsa

Jumat, 30 Oktober 2009

Drs. H. Megahari P MSi. KAMI TETAP MENGAWAL KBB YANG CERMAT


Drs. H. Megahari P, MSi.
“KAMI TETAP MENGAWAL KBB YANG CERMAT..!!”

Ibukota Bandung Barat masih menjadi fiksi?
Ah, salah, itu sudah diamanahkan di UU.No.12/2007, pasal.7 bahwa Ibukota KBB adalah Kecamatan Ngamprah, itu UU yang ditanda-tangani presiden, jangan main-main lho.Jadi ya wajib dijalankan.Tanpa terkecuali.

Apa betul Komite mulai tidak solid?
Wah, ya ndak gitu. Kami ini sudah terbiasa dikabarkan begitu,nyatanya kami toh masih solid, masih kumpul-kumpul. Perbedaan itu bisa dimana dan siapa saja mengalami, demikian halnya saat Komite Pembentukan Kabupaten Bandung Barat (KPKBB) dibentuk dan dipersiapkan sejak 6 tahun lalu. Toh, pemekaran itu tetap terjadi.

Tapi pernah kembali terjadi fiksi saat pemilihan Pj.Bupati 2007 lalu, pak?
Ya itulah demokrasi, semua ingin memilih yang terbaik, semua benar, semua tidak ada yang salah. Dan kita semua menerima Bapak Tjatja Koeswara sebagai PJ (Pejabat) Bupati kan?. Itulah bentuk kecintaan kami kepada masadepan KBB. Toh, semua berjalan aman. Fiksi itu pendewasaan jika dikelola dengan baik. Hahahaha..

Kenapa saat Pilkada (Red; Pilbup Bandung Barat thn.2007) komite mengusung satu calon, itukan tidak independen dong?
Hahahaha...bukan begitu ceritranya. Saat itu memang ada beberapa diantara kami yang mengusung calbup/wabup, ’bendera komite terbawa, wajar dong manusia lupa?, namun semuanya aman dan lancar toh?, itu beda fiksi, ya syah-syah saja dong.

Mimpi bapak sebagai komite?
KBB adalah daerah otonom baru, kita harus mempunyai tujuan social welfare, dimana segenap upaya kita lakukan untuk mensejahterakan rakyat sekaligus pada saatnya kita mengawal pemerintahan ini sesuai visi – misi Bupati terpilih. Oleh karena itu jika kami melihat hal-hal yang cenderung tidak bagus , kami memberi input kepada Kepala Daerah , khususnya untuk bisa membenahi level tataran pelaksananya..

Sejauh mana dinas bapak (Dinsosnaker) berpihak kepada amanah yang diperjuangkan lalu?
Hahaha..ya ndak boleh menilai sendiri dong, karena saya juga pendiri KBB, ya juga orang yang didalam sistem. Yang jelas, saya akan berusaha keras untuk tetap berbuat yang terbaik bagi KBB dan amanah jabatan saat ini. Namun, tanpa dukungan teman-teman dan seluruh masyarakat, ya pincang dong.


Penilaian terhadap kinerja Dinas bapak?
Yang berhak mengevaluasi kinerja saya, ya tentunya Bupati dan Wabup, sistemnya kan gitu. Namun teman-teman komite dan seluruh masyarakat pun punya hak untuk mengawal, selama itu dibenarkan peraturan.

Jumlah pengangguran usia produktif di KBB?
Sekitar 5.000 orang, KK terkatagori miskin sekitar 96.000 dan Penduduk miskin sekitar 400.000 jiwa. Itu data kasar ya, silahkan anda datang kekantor saya kapan saja untuk angka pastinya.

Program apa saja yang telah dilakukan, pak?
Wah, saya jawab sebagai anggota komite atau kedinasan ya?, hahahaha...begini ya, banyak program yang kita buat melalui pelatihan yang didanai dari APBD maupun APBN , dan ini sudah berjalan lama dan konsisten; untuk detilnya silahkan datang kekantor saja.

Visi Misi Komite?
Mengawal dan mempercepat pembangunan, dengan pelayanan yang lebih baik dan tingkat kesejahteraan masyarakat lebih meningkat dari waktu kewaktu. Kami mengakui, masih banyak harapan-harapan yang memang belum terealisasi , namun inilah perjuangan. Dan kami tetap setia didepan..

Bapak terlihat enjoy?
Ya, apapun masalah dan pekerjaan yang kita hadapi harus disikapi dengan kepala dingin, tidak melawan sistem dan melangkah dengan hati-hati.

Komentar ttg rencana acara Hari AIDS ke-21 thn?
Segerakan saja proposalnya, nanti kita lihat dan teruskan ke Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Bandung Barat.

Demikian beliau yang juga Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kab. Bandung Barat disela gerimis menuju halaman parkir. ’Selamat berjuang pak...(@rief)

Tidak ada komentar: