Otoritas Daerah Online

Membangun Daerah Membangun Bangsa

Rabu, 24 Desember 2008

KERETA PESISIR




COMING SOON:
JALUR KERETA API PESISIR PANTAI SELATAN INDONESIA (1)
….sejak Banda Aceh – Nias – Mentawai – Bengkulu - Pulau Jawa – DIY – Den Pasar – Lombok - Sumba – Kupang – Aru hingga Pulau Dolok, Papua…?!...


Sku.OTDA/Infrastruktur :
Era Otonomi Daerah membuat banyak Daerah menjadi matang dan jeli, kalaupun kadang terlihat ‘kebablasan, namun itulah spirit ingin mandiri. Tumpukan RUU PERDA – Peraturan Daerah maupun yang telah menjadi PERDA, seolah berlomba dengan waktu, semua merasa melindungi, semua demi rakyat. Okelah, hanya mereka yang tahu akan kebenarannya.

Kedepan, setelah selama ini pemerintah pusat lebih focus kepada pembangunan infrastructure ‘dalam kota’, dan pesisir utara – era thn.2009-2014 mendatang sudah waktunya dipertimbangkan dan direalisasikan pembangunan ekonomi diwilayah Pesisir Selatan Pulau Jawa (40.000 KM). Salah satunya dengan mulai perduli memperbaiki dan membangun infrastruktur transportasi-nya.
Jika pada halaman lain diceritakan akan adanya pembangunan Jalan Tol JAGORATU (Jakarta – Bogor – Pelabuhan Ratu, Sukabumi) , maka pada waktu yang bersamaan, kenapa tidak mungkin jika dibangun pula jalur transportasi Kereta Api sepanjang Pesisir Selatan. Sejak Merak , Banten hingga Papua sana. Yang diperkirakan jaraknya lebih dari 30.000 KM. Kenapa?, tergantung niat saja pak. Niat demi Ke-adilan & persatuan. Bukan memperkaya kantong sendiri. Allah pasti membantu.

Selama ini jalur KA , lebih dominan ‘di-tengah’ Pulau dan sebagian pesisir utara / pantura – pantai utara. Sedangkan percepatan distribusi produk, barang & jasa lintas harusnmya sudah lintas daerah secara cepat dan baik. Apalagi wilayah pesisir selatan ini masih didominasi jalur jalan raya, sehingga untuk cepat hingga pesisir selatan memerlukan waktu dan biaya yang tinggi. Jadi sangat tidak salah jika kita (mulai) menghitung ‘ngawur dan merencanakan pembangunan jalur KA sepanjang pesisir selatan.

TAHAP KE-1: REL KA PESISIR PROV.BANTEN

Kita mulai sejak pelabuhan Merak, Banten – mengarah sepanjang barat melalui Anyer – Labuhan – Citeureup – Cigeulis – Muara binangun – Malingping – hingga Bayah / Cikotok. Diperkirakan panjang rel KA mencapai lebih dari 1000 KM. Dengan jumlah penduduk lebih dari 2 juta orang.
Dengan adanya Rel KA dipesisir Prov.Banten diharapkan distribusi hasil perkebunan lintas provinsi Banten-Sumatra dapat cepat terdistribusikan. Mengingat sepanjang pesisir selatan Banten ini, demikian potensi dalam hasil perkebunan serupa; Kelapa sawit, coklat, karet, kelapa hibrida hingga hasil industri serupa tekstil, kimia logam, dsb.Kami yakin para pengusaha akan banyak memilih gerbong KA untuk mendistribusikan produknya daripada melalui jalan raya, selain soal efektifitas waktu juga biaya. Maklum dijalan raya banyak ‘siluman berkepala gundul, yang kerjanya menariki restribusi tanpa ‘karcis resmi.

TAHAP-2 – REL KA PESISIR BANTEN & PROV.JAWA BARAT.

Tahap ke-2 adalah pembangunan Rel KA, yang dimulai sejak daerah Bayah/Cikotok, Banten menembus provinsi Jawa Barat sejak Cisolok - Pelabuhan Ratu – Jampang kulon – Bayangbang – Batulawang – Garut – Cisompet – Karangnunggal – Cijulang – Pangandaran Ciamis. Diperkirakan panjangnya mencapai +/- 2000 KM.
Diperkirakan jumlah penduduk sepanjang pesisir selatan Tahap ke-2 ini mencapai lebih dari 5 juta orang, sebagian diantaranya berprofesi sebagai nelayan, buruh dan home industri.

BAGAIMANA PT. KAI MENJAWAB?

Pembangunan transportasi KA menyisir pesisir pantai selatan, merupakan ‘gebrakan program ‘ampuh’ untuk para CAPRES 2009. Kita cukup belajar banyak dari pembangunan Tol Cipularang yang karakteristik geografis maupun budaya sekitar tidak beda jauh dengan masyarakat pesisir pantai selatan. Semua bisa diatur, selama amanah dan berkah. bagaimana kelanjutannya, kita tunggu edisi berikut. Kami akan perdalam dengan narasumber dari PT.KAI, ‘Yuuuu …(Tim Buser: @rief/Pemred/Kiki)

Tidak ada komentar: