Otoritas Daerah Online

Membangun Daerah Membangun Bangsa

Selasa, 09 Desember 2008

PRESIDEN RI YG TERLUPAKAN



Syafruddin Prawiranegara;
“ PRESIDEN RI YANG TERLUPAKAN..”

Sku.OTDA/Pendidikan:
Syafruddin Prawiranegara, kelahiran Banten, 28 Februari 1911 - 15 Februari 1989 adalah pejuang pada masa kemerdekaan Republik Indonesia yang juga pernah menjabat sebagai Presiden/Ketua PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia) ketika pemerintahan Republik Indonesia di Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda saat Agresi Militer Belanda II 19 Desember 1948.

Si ‘Gunting Syafruddin’

Dua kali menjadi menteri keuangan, satu kali menteri kemakmuran, dan satu kali wakil perdana menteri, Syafrudin Prawiranegara, yang akrab dipanggil "Kuding", akhirnya memilih lapangan dakwah sebagai kesibukan masa tuanya. Dan, ternyata, tidak mudah. Berkali-kali bekas tokoh Partai Masyumi ini dilarang naik mimbar. Juni 1985, ia diperiksa lagi sehubungan dengan isi khotbahnya pada hari raya Idul Fitri 1404 H di masjid Al-A'raf, Tanjung Priok, Jakarta.

Kuding sangat populer pada 1950-an. Pada Maret 1950, misalnya, selaku Menteri Keuangan dalam Kabinet Hatta, ia melaksanakan pengguntingan uang dari nilai Rp 5 ke atas, sehingga nilainya tinggal separuh. Kebijaksanaan moneter yang banyak dikritik itu dikenal dengan julukan ‘Gunting Syafruddin’. Namun, Kuding juga yang membentuk pemerintahan darurat RI, ketika Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta ditangkap dan diasingkan oleh Belanda ke Pulau Bangka, 1948. Atas usaha Pemerintah Darurat, Belanda terpaksa berunding dengan Indonesia. Akhirnya, Soekarno dan kawan-kawan dibebaskan dan kembali ke Yogyakarta

Buyutnya Kuding, Sutan Alam Intan, masih keturunan Raja Pagaruyung di Sumatera Barat, yang dibuang ke Banten karena terlibat Perang Padri. Menikah dengan putri bangsawan Banten, lahirlah kakeknya yang kemudian memiliki anak bernama R. Arsyad Prawiraatmadja. Itulah ayah Kuding yang, walaupun bekerja sebagai jaksa, cukup dekat dengan rakyat, dan karenanya dibuang Belanda ke Jawa Timur. Dari delapan anaknya, Syafruddin mempunyai sekitar lima belas cucu. Cucunya ketiga belas lahir di Australia sebagai bayi tabung pertama keluarga Indonesia, 1981. Istrinya, Nyonya T. Halimah Syehabuddin Prawiranegara, wanita kelahiran Aceh, meninggal dunia pada Agustus 2006.

Biodata

Pendidikan: ELS (1925), MULO,Madiun (1928), AMS, Bandung (1931) dan Rechtshogeschool, Jakarta (1939). Karir: Pegawai Siaran Radio Swasta (1939-1940), Petugas Departemen Keuangan Belanda (1940-1942), Pegawai Departemen Keuangan Jepang, Anggota Badan Pekerja KNIP (1945), Wakil Menteri Keuangan (1946), Menteri Keuangan (1946), Menteri Kemakmuran (1947), Perdana Menteri RI (1948), Ketua Pemerintah Darurat RI (1948), Wakil Perdana Menteri RI (1949), Menteri Keuangan (1949-1950), Gubernur Bank Sentral/Bank Indonesia (1951), Anggota Dewan Pengawas Yayasan Pendidikan & Pembangunan Manajemen (PPM) (1958), Pimpinan Masyumi (1960), Anggota Pengurus Yayasan Al Azhar/Yayasan Pesantren Islam (1978) dan Ketua Korps Mubalig Indonesia (1984 )

Mr.Kuding, biarlah sejarah yang membuktikan jika engkau adalah bagian dari kami, karena doa kami akan senantiasa bersamamu. Amin. (@rief/Pemred/Kiki)

Tidak ada komentar: