Otoritas Daerah Online

Membangun Daerah Membangun Bangsa

Rabu, 24 Desember 2008

SUKABUMI SINGSINGKAN LENGANMU



SUKABUMI DAN SEJARAH

“ SINGSINGKAN LENGAN BAJUMU…”
----‘Hayu atuh, biar rakyat bergairah, karuhun pun tersenyum cerah------


Sku.OTDA/Sukabumi;
Wilayah Kabupaten Sukabumi yang terletak sekitar 160 km dari arah Jakarta meliputi areal seluas 420.000 hektar yang terbentang mulai dari ketinggian 0 - 2.958 m, di atas permukaan laut. Pegunungan dan dataran tinggi mendominasi hampir seluruh kabupaten ini. Dataran rendah ada di pesisir selatan, mulai dari Teluk Ciletuh sampai muara sungai Cikaso dan Cimandiri. Gunung Salak dan Gunung Gede menjadi batas alam dengan Kabupaten Sukabumi. Kabupaten Sukabumi beribu-kota di Pelabuhan Ratu, dengan luas wilayah mencapi 412.799,54 Ha. Jumlah penduduk: 2.059.920 jiwa. Jumlah rumah tangga: 563.773 KK dan Laju pertumbuhan penduduk: 1,59% (tahun 1990 s.d. 2000).

Jaringan Listrik, Telepon dan Air ; Seluruh wilayah sudah dijangkau jaringan listrik, kecuali 20 desa (6%) yang belum terjangkau. PDAM baru melayani 9 kecamatan yang terdiri dari 13.285 sambungan. Seluruh ibukota kecamatan sudah tersedia jaringan telepon. Prasarana Umum; Jalan Nasional: 41,140 km, Jalan Propinsi: 338,420 km, Jalan Kabupaten: 1.573,100 km dan Jembatan: 3.101 m
Hari Jadi Kabupaten Sukabumi diperingati setiap tanggal 1 Oktober yang didasarkan dari keberhasilan para pejuang muda Sukabumi setelah merebut paksa kekuasaan transisi Jepang setelah kalah oleh Sekutu tahun 1945. Pejuang muda Sukabumi tanggal 1 Oktober 1945 melakukan penyerbuan dan berhasil antara lain : 1/. Membebaskan 9 orang tahanan politik, salah seorang di antaranya RA Kosasih yang kemudian sempat menjadi Panglima Kodam Siliwangi. 2/. Perebutan kekuasaan pemerintah sipil, dengan mengganti wedana dan camat yang tidak mendukung aksi pejuang. Jabatan-jabatan di daerah diserahkan kepada para alim ulama. 3/. Pengambilalihan instalasi penting, seperti PLN, Kantor Telepon, Tambang Mas Cikotok, Industri Logam BARATA dan penagambilalihan gudang senjata di Wangun dan Tegal Panjang.
Setelah berhasil merebut kekuasaan dari pemerintah transisi Jepang, para pejuang Sukabumi mengusulkan Mr. Sjamsudin sebagai Walikota Sukabumi dan Mr. Haroen sebagai Bupati Sukabumi. Atas usul tersebut, Residen Bogor mengangkat Mr. Haroen sebagai Bupati pertama Kabupaten Sukabumi di Era Pemerintahan Republik Indonesia tahun 1946.
Drs. H. Sukamawijaya, MM, merupakan Bupati Sukabumi pertama hasil Pemilihan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah yang diselenggarakan Senin, 27 Juni 2005 berdasarkan UU No. 32 Tahun 2004 dan PP No. 6 Tahun 2005 yang berpasangan dengan Drs. H. Marwan Hamami, MM sebagai Wakil Bupati Sukabumi.
Pada usianya yang ke 60, Kabupaten Sukabumi membuat tonggak sejarah baru dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah yakni telah dilaksanakannya pemilihan Bupati/ Wakil Bupati Sukabumi secara langsung yang berjalan aman, tertib, dan damai.
Drs. H. Sukmawijaya, MM dan Drs. H. Marwan Hamami, MM., dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati masa bhakti tahun 2005-2010 oleh Gubernur Jawa Barat Drs. H. Dany Setiawan, M.Si. atas nama Menteri Dalam Negeri RI pada Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Sukabumi pada Hari Senin tanggal 29 Agustus 2005 yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi H Sopandi Harjasasmita.

------ Apapun Sukabumi adalah gadis manis, yang siap dipinang, namun diperlukan kesungguhan hati para aparatur untuk menerima semua pihak selaku mitra-kerja, termasuk Sku.OTDA, yang akan selalu didepan mengawal dan mendukung SUKABUMI 2009-2014 yang sejahtera, adil & bersatu. Sekali lagi, kuncinya asal saja semua pihak mau menyingsingkan lengan baju. ‘Hayu atuh, biar rakyat bergairah, karuhun pun tersenyum cerah ----- (@RIEF/Kiki/foto.ist)

Tidak ada komentar: