Otoritas Daerah Online

Membangun Daerah Membangun Bangsa

Jumat, 21 November 2008

BUNUH SAJA PETANI INDONESIA




PETANI INDONESIA, TAWATLAH RIWAYATMU !!

Sku.OTDA/Petani; China dan India masih merupakan guru dalam hal perekonomian dunia, apalagi setelah AS diterjang badai krisi ekonomi waktu lalu. Namun jangan pernah lupa, dua negara itu juga sangat memberi perhatian dengan kehidupan di pedesaan, khususnya sektor pertanian. China selain menjadi pemimpin dunia dalam manufaktur, namun pertanian pun tak ditinggalkannya. India, kalaupun dikenal dengan bisnis ‘aca-aca dan nuklirnya, mereka juga paling ‘ galak membela sector pertanian di WTO, tak mudah membuka import sector pertaniannya, kalaupun sesama negra ASEAN sekalipun karena demikian membela kepentingan rakyat.

Bagaimana dengan pertanian dan pedesaan Indonesia? Pengamat sektor pertanian HS Dillon pada pers waktu lalu mengatakan Indonesia sama sekali bertolak belakang dengan ke-2 negara diatas.Demikian senada disampaikan Profesor Robert MZ Lawang bahwa pemerintah kurang perhatian pada pembangunan prasarana jalan, pendidikan kesehatan, perbankan di daerah pedesaan. "Hidup di desa itu serba susah, karena kesulitan yang ada di desa jauh lebih besar dibandingkan di kota ,". Kami sependapat, maka wajar saja jika tingkat urbanisasi Entah ada kaitannya dengan hal ini atau tidak yang jelas, terdapat lebih dari 50% penduduk Indonesia masih tinggal dipedesaan.

Pengabaian pedesaan juga telah menyebabkan kenaikan penduduk miskin 2 persen setiap tahun. Ekonom Dorodjatun Kuntjoro-Jakti pada dekade 1990-an sudah pernah mengingatkan agar Indonesia mengembangkan industri yang berbasiskan kekayaan alam, salah satunya sektor pertanian. Namun hingga sekarang, arah pembangunan masih mengutamakan sektor modern, seperti sektor manufaktur, yang sebenarnya ibarat ‘mencari jarum dalam kegelapan’, mubajir, sia-sia. Karena banyak negara lain yang lebih ‘tangguh untuk hal ini. .........Jadi mari kita berlomba-lomba untuk ‘membunuh petani Indonesia dengan cara; meninggikan harga bibit & pupuk, menjual area persawahan menjadi industry, tinggikan harga sembako, tinggikan biaya pendidikan & kesehatan anak-anak mereka, hancurkan pusat-pusat irigasi, jangan berikan mereka kredit lunak, dan sebarkan hama wereng. Maka tamatlah riwayat Petani di generasi kedepan. Very simple. (@rief/KIKI/Agus/foto.ist)

Tidak ada komentar: