Otoritas Daerah Online

Membangun Daerah Membangun Bangsa

Selasa, 11 November 2008

NYAI RORO KIDUL: PRO & KONTRA?






‘MENGUAK DAN MEMAHAMI..”


(www.learningplace.com.au)

Pada Zaman dahulu, di Jawa Tengah, ada Ratu yang sangat cantik. Namanya Nyai Roro Kidul. Nyai Roro Kidul menikah dengan semua Raja di Jawa Tengah semenjak abad ke 8 sampai sekarang.

Hal ini terjadi akibat dari perjanjian di antara Sultan Agung dan Nyai Roro Kidul. Ratu cantik itu berjanji akan membantu Sultan Agung dalam perang kalau dia boleh menikah dengan Sultan Agung dan semua keturunannya.

Apabila Nyai Roro Kidul mengunjungi suaminya, dia naik kereta yang ditarik oleh delapan kuda yang bisa terbang. Makhluk makhluk halus bernama ‘Lompor’ juga ikut kereta itu.

Kalau suara gemuruh terdengar, orang orang semua masuk rumahnya supaya tidak melihat kereta Nyai Roro Kidul. Biasanya, waktu Nyai Roro Kidul datang, hujan turun dengan lebat sekali.

Setahun sekali Raja-Raja dari Jawa Tengah itu pergi ke pantai selatan untuk menghadiri upacara ‘Labuhan’. Pada upacara itu Raja memberikan pemberian kepada isterinya, Nyai Roro Kidul. Pemberian itu adalah potongan kuku, rambut dan pakaian-pakaian Raja dan pakaian-pakaian wanita.

Pemberian itu dimasukkan di kotak besar. Kotak itu ditutup dan diletakan di tepi laut sehingga dihanyutkan oleh ombak ke tengah laut. Lalu Raja dengan para pengiringnya harus menunggu di tepi pantai sampai kotak besar itu kembali.

Kalau kotak itu kosong berarti pemberian Raja diterima oleh Nyai Roro Kidul. Setelah itu, Raja pulang dengan gembira karena dia berhubungan lagi dengan isterinya.

Rakyat Jawa Tengah percaya bahwa Ratu laut itu tidak suka warna hijau, jadi janganlah mengenakan pakaian yang berwarna hijau kalau bermain-main di tepi laut. Kalau ada orang hilang di Pantai Selatan dianggap bahwa orang itu telah ditarik oleh Nyai Roro Kidul ke tengah laut.


cha/Hidayatullah.com

Pakar jin mengajak umat tak percaya ramalan menyesatkan. Sebelumnya Permadi menuduh gempa Jogjakarta karena Nyi Roro Kidul marah terhadap pendukung RUU-APP. “Bagaimana Nyi Roro Kidul Marah, wong membersihkan pantainya yang sekarang kotor saja dia tak mampu,
Abu Aqila yang juga pakar ruqyah syariyah meminta umat Islam tak mempercayai ramalan-ramalan dukun atau paranormal sehubungan dengan peristiwa gempa tektonik yang melanda Jogjakarta, Sabtu pekan lalu.
“Hukumnya kufur bagi umat Islam yang mempercayai ramalan dukun atau paranormal,” ujar Abu Aqilah, Jum’at, (2/6) sore ini.
Pernyataan pria yang juga dikenal ahli jin ini menanggapi komentar anggota DPR RI dari FPDI, Permadi, yang mengatakan bahwa gempa yang terjadi di Jogjakarta dan sebagaian Jawa Tengah dianggap berhubungan erat dengan rencana pengesahan RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi (RUU APP).
Permadi yang juga paranormal itu mengatakan, gempa yang terjadi di Jogjakarta karena Nyi Roro Kidul alias Ratu Pantai Selatan marah karena semakin anarkisnya para pendukung RUU APP.
“Ratu Kidul juga ngamuk, karena yang pro RUU APP semakin ganas, dan Ratu Kidul nggak boleh pakai kemben lagi, ” ujarnya disampaikan di detik.com, Jum’at (2/6) tadi siang. “Lagian namanya juga paranormal, artinya orang yang ‘tidak normal’, ” ujarnya.
Aktivis Bengkel Rohani itu juga merasa heran bila Permadi menghubungkan gempa Jogjakarta dengan pendukung RUU-APP. “Secara akal aja tidak nyambung, ‘” tambahnya.
Sebaliknya, menurut Abu Aqila, Nyi Roro Kidul tak bisa marah. Yang murka itu pencipta alam, Allah SWT atas banyaknya amalan dan ramalan-ramalan berbau syirik.
“Bagaimana Nyi Roro Kidul Marah, wong membersihkan pantainya yang sekarang kotor saja dia tak mampu, “ujar Abu Aqila saat dimintai pendapat hidayatullah.com.
Yang justru membuat Allah menurunkan musibah itu, ujarnya, bila orang meyakini ramalan paranormal dan alaman-amalan syirik. Misalnya ramalan bahwa sepuluh hari setelah wedhus gembel Merapi akan meletus atau ramalan lain soal murkanya Nyi Roro Kidul. “Kemusyrikan-kemusyrikan seperti inilah yang membuat Allah menurunkan musibah,” tambahnya.
Karenanya, penulis buku “Kesaksian Raja Jin” itu berharap agar umat Islam tak lagi menambah-nambah kemusyrikan lain agar Allah tak kembali menurunkan azabnya lebih besar.
“Tak ada salahnya kita melakukan taubat nasional, terutama para pemimpin kita. Agar bencana tak datang lagi lebih besar di sekitar kita,” ujar Abu Aqilah.

[cha/Hidayatullah.com)




Sekang Wikipédia, Ènsiklopédhi Bébas basa Banyumasan: dhialék Banyumas, Tegal, Cirebon karo Jawa Serang/Banten lor.

Mitos Nyi Roro Kidul adalah ratunya penguasa pesisir laut selatan yaitu pantai cilacap tak lain ini semua merupakan tipu daya syetan dari kaum jin untuk menyesatkan manusia. “Bahwa ada beberapa orang laki-laki dari manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, maka jin-jin itu hanya menambah dosa dan kesalahan” (QS. Al jin, 6). Setiap bulan sura aada pesta yang namanya sedekah laut untuk memberi sesaji biar hasil lautnya melimpah banyak.menurut mitos orang yang akan datang ke pantai teluk penyu tidak boleh memakai baju hijau....., budaya ini semua termasuk syirik yang dilarang keras dalam agama Islam, tugas penguasa muslim pemerintah hendaknya menutup semua jalan-jalan kemusyrikan ini

vampire_bdg
[DS] Mania


gwa percaya banged nyi roro kidul itu memang ada. And her existance teteup disupport oleh orang-orang yang percaya. Sebab menurut gwa, percaya akan adanya beliau ini sama halnya gwa percaya akan adanya hal-hal ghaib (the true power of God).
Lain halnya dengan orang-orang yang tidak mengakui / tidak percaya akan adanya 'mereka'. .... buat apa mereka percaya akan keberadaan Tuhan yang Maha Ghaib?! (sementara 'mereka' diciptakan oleh Tuhan untuk menunjukkan keberadaan Tuhan itu sendiri)

wakuteh
[DS] Newbie

Yah...memang Indonesia tuh kaya akan legenda, terlepas cerita ini beneran apa tidaknya, semuanya kembali kepada kepercayaan masing-masing. Cuman kita harus bangga menjadi anak negeri yang kaya akan cerita

rhino Says:


ass.wr.wb…alhamdulillah semua itu kita kembalikan lagi kepada yang maha mencipta dan maha besar…maka dari itu kita bersyukur sebagai umat yang bertaqwa…meyakini adanya mahluk gaib ..dan kita sebagai umat yang bertaqwa kita tidak boleh musrik kepada yang maha mencipta….subhannallah..walhamdulillah walla illaha illahuallah hu akbar walla haulla wallakuata illabillahil alliyil azim

www.wikimu.com

Pernah ke Pelabuhan Ratu? Jika belum cobalah menginap di Ina Samudera (dahulu Samudera Beach Hotel) atau sekedar mampir? Pemandangannya cukup bagus, menghadap langsung ke pantai, seperti layaknya hotel-hotel di bibir pantai di Pulau Dewata.
Tapi yang paling unik dari hotel yang digagas oleh Bung Karno ini adalah kehadiran kamar 308. Kamar istimewa ini dipercaya sebagai tempat Nyi Roro Kidul. Setiap orang yang hendak masuk ke kamar ini mesti mengucapkan salam atau apapun menurut kepercayaan masing-masing.
Nuansa magis sangat terasa manakala masuk ke kamar yang dipercaya memiliki pesona magis dari sang ratu penguasa pantai selatan. Nuansa hijau menyergap setiap dinding dan karpet. Bahkan keramik lantai. Bunga sedap malam asli, dan wewangian lainnya menusuk hidung seperti masuk kamar pertapaan.
Ya, tidak salah memang. Kamar 308 di hotel yang dibangun pada 1962 ini bagi sebagian orang yang percaya akan pesona dan keberadaan Nyi Roro Kidul kerap dijadikan tempat semedi. Pada hari-hari tertentu, seperti malam satu syura (Tahun Baru Hijriah) atau malam keramat lainnya, kamar 308 boleh dikatakan full book.
Tidak untuk menginap (memang tidak disewakan untuk menginap), melainkan untuk sekedar bersemedi. Setiap tamu diperkenankan memanjatkan doa dan lain-lain paling lama 1 jam. Tarifnya adalah Rp 125 ribu. Tetapi jika tamu tersebut menginap di hotel maka tidak dipungut biaya.
Keberadaan kamar 308 sangat menyolok. Dari depan tampak dua buah bangunan mirip janur dengan payung kecil kehijauan. Sementara balkon yang menghadap pantai tampak jelas dari kolam renang dengan kahadiran sejenis kanopi, juga nuansa hijau. Warna ini dipercaya merupakan warna favorit Nyi Roro Kidul.
Di dalam kamar tampak lukisan potret wanita cantik yang diyakini sebagai gambaran ratu penguasa pantai selatan hasil karya Basuki Abdullah. Banyaknya barang dan pernak-pernik menunjukkan betapa banyak tamu yang pernah berkunjung ke kamar berbau mistis ini.
Penasaran? Cobalah sekali waktu berlibur di pantai selatan Sukabumi ini. Jaraknya tak jauh dari Jakarta. Suguhan pantai dengan debur ombak memecah karang dan pasir keabu-abuan. Sambil berenang tamu bisa menatap kamar 308 yang penuh misteri, atau memandang laut lepas di saat matahari tenggelam di horizon barat.

TARI BEDHAYA KETAWANG, SOLO; tari Percintaan atau Tarian Perkawinan ?

Tari Bedhaya Ketawang melambangkan curahan cinta asmara Kangjeng Ratu kepada Sinuhun Sultan Agung. Semuanya itu terlukis dalam gerak-gerik tangan serta seluruh bagian tubuh, cara memegang sondher dan lain sebagainya. Namun demikian cetusan segala lambang tersebut telah dibuat demikian halusnya, hingga mata awam kadang-kadang sukar akan dapat memahaminya. Satu-satunya yang jelas dan memudahkan dugaan tentang adanya hubungan dengan suatu perkawinan ialah, bahwa semua penarinya dirias sebagai lazimnya mempelai akan dipertemukan. Tentang hal kata-kata yang tercantum dalam hafalan nyanyian yang mengiringi tarian, jelas sekali menunjukkan gambaran curahan asmara Kangjeng ratu, yang merayu dan mencumbu. Bila ditelaah serta dirasakan, maka menurut penilaian atau pandangan pada masa kini, kata-katanya mungkin sekali dianggap kurang senonoh, sebab sangat mudah membangkitkan rasa birahi. Perihal kapan dimulainya pergelaran Bedhaya ketawang ini diadakan untukperesmian peringatan ulang tahun kenaikan tahta Sri Susuhunan, belum ada yang dapat dipakai sebagai pedoman.Aslinya pergelaran ini berlangsung selama 2 1/2 jam. Tetapi sejak jaman Sinuhun Paku Buwana X diadakan pengurangan, hingga akhirnya menjadi hanya 1 1/2 jam saja.Bagi mereka yang secara langsung atau tidak langsung terlibat dalam kegiatan yang khudus ini berlaku suatu kewajiban khusus. Sehari sebelumnya para anggota kerabat Sinuhun menyucikan diri, lahir dan batin. Peraturan ini di masa-masa dahulu ditaati benar. Walaupun dirasa sangat memberatkan dan meyusahkan, namun berkat kesadaran dan ketaatan serta pengabdian pada keagungan Bedhaya Ketawang yang khudus itu, segala peraturan tersebut dilaksanakan juga dengan penuh rasa tulus dan ikhlas. Yang penting ialah, bahwa bagi mereka ini Bedhaya Ketawang merupakan suatu pusaka yang suci. Untuk inilah mereka semua mematuhi setiap peraturan tatacara yang berlaku
Bagi para penari ada peraturan yang lebih ketat lagi, sebab menurut adat kepercayaan, mereka ini akan langsung berhubungan dengan Kangjeng Ratu Kidul. Karena itu mereka juga selalu harus dalam keadaan suci, baik pada masa-masa latihan maupun pada waktu pergelarannya.Sebagai telah dikemukakan di depan, Kangjeng ratu Kidul hanya dapat dirasakan kehadirannya oleh mereka yang langsung disentuh atau dipegang, bila cara menarinya masih kurang betul. Oleh karena itu, pada setiap latihan yang diadakan pada hari-hari Anggarakasih (Selasa Kliwon), setiap penari dan semua pemain gamelan beserta suarawatinya harus selalu dalam keadaan suci.Persiapan-persiapan untuk suatu pergelaran Bedhaya Ketawang harus dilakukan sebaik-baiknya, dengan sangat teliti. Bila ada yang merasa menghadapi halangan bulanan, lebih baik tidak ikut.

>> Para pembaca Sku.OTDA kalaupun hal diatas merupakan ‘jurnal, namun kami yakin ini sedikit-banyaknya menambah informasi sekecil apapun, tinggal bagaimana anda menyikapinya dengan arief, istikamah, dan ‘nalar. (@rief/Kiki/foto;ist/moeflich.wordpress.com)

Tidak ada komentar: